kontes
Showing posts with label Film Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Film Inspirasi. Show all posts

Film Pendek Anak Lanang

 


Sebuah film berjudul "Anak Lanang" ini mengisahkan tentang geliat percakapan hingga berseteru dari bocah-bocah SD yang pulang dari sekolah menggunakan angkutan becak langganan, Empat orang anak Sekolah Dasar membahas kehidupan sehari-hari mereka diatas becak, dan ternyata hari itu adalah hari ibu.

Dalam perjalanan terjadilah percakapan sengit dari bocah-bocah tersebut hingga beradu mulut, Sang pengayuh becak beberapa kali mencoba melerai pertengkaran mereka. perjalanan tetap berlanjut hingga satu persatu bocah tersebut tiba dirumahnya, dan pada akhirnya tersisa dua bocah yang tadinya selalu bertengkar dan tetap melanjutkan perjalanan dengan becak hingga tiba di rumah mereka. Pada akhir cerita di film pendek inilah, intisari film ini terkuak dan memunculkan pesan-pesan moral kehidupan. Silahkansimak film pendek "Anak Lanang" ini melalui video di bawah ini.

Secara teknis, film ini sangat luar biasa, dengan metode one take shot film ini di kemas secara apik, dan yang lebih berkesan lagi yaitu peran utama dalam film ini dilakukan oleh bocah-bocah yang sangat berbakat yang mampu memerankan karakater dengan sangat baik dengan one take shot. Sebuah film serta perang yang sangat mengagumkan.


Film ini di produksi oleh Ravacana Films

Penghargaan :

Winner Panasonic Young Filmmaker 2018 - Honorable Mention

Winner Indonesian Film Festival Australia 2019 - Outstanding Achievement

Winner Indonesian Short Film Festival SCTV 2019 - Best Film


Cast :

Satrio Satya Purnama

Mahrival Surya Manggala

Muhammad Khildan Habibie

Khoirul Ilyas Ariatmaja

Adi Marsono

Ibnu Widodo


Crew :

Director : Wahyu Agung Prasetyo 

Writer : Wahyu Agung Prasetyo

Produser : Jeihan Angga

D.O.P : Tito Bagus Ramadhan

Art Director : Rizal Umami

Sound Designer : Prima Setiawan

Editor : Wahyu Agung Prasetyo


READMORE

Film Pendek Lemantun

film pendek lemantun
Lemantun adalah sebuah film yang mengangkat kisah tentang pertemuan sebuah keluarga, dimana seorang Ibu yang berniat untuk membagikan warisan kepada lima orang anaknya. Dari kelima anak-anaknya tersebut, seorang anak yang bernama Tri Hariyadi adalah satu-satunya anak yang masih tinggal satu rumah bersama ibunya. Sedangkan keempat anak lainnya yaitu Eko Purwanto, Dwi Wibowo, Edi Wijayanto, Tutik Wahyuni sudah memiliki tempat tinggal masing-masing, dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda-beda.

Sang ibu berniat membagikan warisan kepada anak-anaknya bukan berupa tanah, bukan berupa uang, namun akan memberikan warisan masing-masing berupa sebuah lemari. Masing-masing anaknya pun akhirnya membawa lemari warisan tersebut pulang, namun Tri sebagai anak tengah yang masih tinggal bersama ibunya bingung, tidak tahu harus membawa pulang lemari itu ke mana. Hingga akhirnya tergambar dari masing-masing anaknya menyikapi lemari warisan yang telah mereka terima secara berbeda-beda.

Cerita film Lemantun terinspirasi dari kisah asli keluarga Wregas Bhanuteja. Di saat malam Lebaran 2011, Eyang Putri dari Wregas membagikan warisan lemari kepada delapan orang anaknya. Lemari tersebut berjumlah delpan buah, yang dibeli satu per satu ketika setiap anak lahir.

Sebuah kisah yang sangat epik tentang rasa kasih sayang.

Film ini merupakan film Tugas Karya Akhir S-1 di FFTV Institut Kesenian Jakarta tahun 2014

Penulis dan Sutradara : Wregas Bhanuteja
Produser : Nia Sari
Penata Sinematografi : Leontius Tito
Penata Artistik : Ferdi Perwiranata
Penata Musik : Gardika Gigih
Penta Suara : Firman Satyanegara
Editor : Mochamad Rizky Pratama

Pemain :
Freddy Rotterdam
Tatik Wardiono
Den Baguse Ngarsa
Agoes Kencrot
Triyanto Hapsoro
Titik Renggani

Lemantun telah memenangkan beberapa penghargaan di beberapa festival film, yaitu :
  • Film Pendek Terbaik XXI Short Film Festival 2015
  • Film Pendek Terbaik Apresiasi Film Indonesia 2015
  • Film Pendek Terbaik Piala Maya 2015
Film ini juga berkolaborasi dengan musisi Gardika Gigih yang telah membuat original scoring dengan judul 'Tri' dan 'Lagu Ibu'.
READMORE

Film Pendek Indonesia itu Anda

film pendek indonesia
Sebuah film pendek yang penuh inspirasi untuk kemajuan bangsa indonesia. Film ini mengisahkan tentang seorang mahasiswa yang muak dengan kondisi bangsa Indonesia dan sangat berkeinginan untuk merubah Indonesia, namun sayangnya memilik IPK yang pas-pasan serta terancam DO (Drop Out).
READMORE

Film Pendek The Most Interesting Thing Tonight

film pendek
The Most Interesting Thing Tonight
Sebuah film pendek yang disutradarai oleh seorang sutradara film Indonesia berbakat, Joko Anwar. Bekerja sama dengan Sony Indonesia, Joko Anwar menggarap film dengan plot yang sederhana namun tersaji dengan visualisasi yang indah.

Dalam film ini mengisahkan tentang sepasang kekasih yang berlomba merekam aktivitas di sekitar mereka pada malam hari. Keduanya saling menantang bahwa masing-masing bisa merekam hal yang paling menarik.
Film ini menggunakan Sony Handycam Camcorder HDR-PJ30E & Sony Handycam® Camcorder NEX-VG10E.
READMORE

Film Pendek Psssttt...Jangan Bilang Siapa-Siapa [Kita Vs Korupsi]

film pendek
Ringkasan:
Tiga siswi SMA Indonesia mengekspos praktik-praktik korupsi yang mereka hadapi sehari-hari dan bahkan sebagian dari mereka terlibat didalamnya.

Dalam kemitraan dengan Transparency International Indonesia (TII), yang didanai oleh USAID Penguatan Integritas MSI dan Program Akuntabilitas (SIAP-1) proyek memberikan dukungan pencegahan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang mengarah perjuangan negara melawan korupsi. TII melakukan kompetisi untuk ide cerita anti-korupsi pada pertengahan 2011. SIAP-1 kemudian bekerja sama dengan KPK untuk menyelaraskan pesan film dengan upaya pemerintah yang lebih luas dan mendorong pembuat film terkemuka dan aktor untuk terlibat dalam proses.

Direct profile :
Chairun Nissa, lebih dikenal dengan panggilan Ilun, lulus dengan gelar dalam film-directing dari Institut Kesenian Jakarta pada tahun 2009. Karirnya dimulai pada 2010 dengan film pendek "Purnama di Pesisir" (The Full Moon on the Coastline) yang menerima Special Jury Mention di the 9th Rome Independent Film Festival dan Rotterdam International Film Festival, serta sebagai the Regional Southeast Kodak Film Student. pada tahun 2011, dengan Peace Women Across the Globe and Indonesian Commission for Disappeared People and Victims of Violence (Kontras), Chairun Nissa memproduksi sebuah film dokumenter berjudul "Payung Hitam" yang ditampilkan dalam 15th Flying Broom International Women's Film Festival (Turki) dan Kompetisi di Salaya International Documentary Festival (Bangkok). pada tahun 2012, ia merilis film thriller omnibus HI5TERIA dan mengarahkan sebuah segmen film pendek antologi anti-korupsi yang bertemakan "Kita vs korupsi".
READMORE

Film Pendek Hi!

film pendek
Hi! Short Movie
Film pendek yang berjudul Hi! ini di produksi oleh Sendok Garup Pictures

Director : Fajri Agustian, M Amrizal, Pratisto Bayuwega
Sinematografer : M Afridho
Writter : Fajri Agustian
Concept : M Amrizal & Pratisto Bayuwega
READMORE

Film Pendek Divortiare

film pendek
Divortiare Short Movie
Short Movie by XI IPA 3 angkatan XVII SMA Al-Izhar.
Film pendek ini diadaptasi dari novel karangan Ika Natassa yang berjudul "Divortiare".

Cast:
Alexandra: Alyssa Abidin
Beno: Ranindra Saputra
Wina: Hayyu Marzuki
Marriage Consultant: Arnadya Paramitha
Pak Wisnu: Gilang Acmalta
Ryan: Quantico Josopambudi
Iqbal: Pinandito Wisambudi
Denny: Dhanika Martifauzi
Rany: Aprila Amanta
Totok: Giananda Darmawan
Ibu Alexandra: Brigitta Arthamevia

Tim Produksi
Produser: Arnadya Paramitha
Sutradara: Alyssa Abidin
Penata Rias: Hayyu Marzuki
Penata Kostum: Aprila Amanta
Penata Musik: Ranindra Saputra & Quantico Josopambudi
Penata Kamera: Dhanika Martifauzi & Pinandito Wisambudi
Penata Setting: Brigitta Arthamevia
Grafis: Giananda Darmawan & Gilang Acmalta
Editor: Pinandito Wisambudi & Gilang Acmalta
READMORE

Film Pendek Raditya Dika - The Writer

Raditya Dika - The Writer Short Movie
Movieholic Production - Short Movie
Director: Purwanto Hasan
Producer: Titis Sapto Raharjo, Fariz Budiman, Purwanto Hasan
Director of Photography: Hendro Pramoe
Art Director: Windu Arifin
Offline Editor: Ahsan Andrian
Online Editor: Pumpung
Client: LEVI'S Strauss Indonesia
Agency: Narrada Communications
READMORE